Minggu, 13 Mei 2012

Selasa, 21 Februari 2012

DEVELOPMENT OF SOFTWARE FOR THE OPERATION OF WONOGIRI RESERVOIR AT FLOOD PERIOD

The floods of Bengawan Solo River Basin had caused a lot of losses lately. Therefore, flood control as one of important disaster mitigation efforts becomes urgent measure to manage flood in the upstream catchment area of Bengawan Solo River Basin. The flood prone area with high risk damage is flood plain of along main river and tributaries that located at the city of Surakarta, Karanganyar, and Sragen. In order to improve the performance of flood control, one relevant alternative is through an integrated system for the operation of opening gates of spillway at Wonogiri Reservoir. Lack of hydrological information, often causes uncertainty of operation of spillway’s gates to release water without problem at the downstream. An appropriate software to integrate hydrological information in the catchment area of Wonogiri Reservoir and opening gates of spillway need to be developed.
The developed software consists of three simulation models. First is rainfall-runoff simulation model of flood forecasting to estimate inflow hydrograph based on the catchment response of each watershed that contributes runoff into the reservoir storage. The second model is simulation of flood routing to obtain opening gates of spillway in flood period and the third model is the recommendation of the optimal spillway’s gates opening by considering the reservoir water level, the estimated inflow hydrograph and the condition of the downstream area. Simulation of flood forecasting is conducted by utilizing hydrological information from 14 rainfall gauges and base flow from 8 watersheds. The output of flood forecasting model is the total inflow hydrographs from 8 watersheds. The output of flood routing can be used as valuable consideration to assist the decision maker in determining the optimal hourly outflow discharge under constraint of downstream bankfull capacity of 400 m3/s and maximum reservoir water level +139.1 MSL.
Result of the software development with compiler PHP of MySQL shows real-time hydrological information each rainfall station, base flow from each watershed, initial water level of reservoir and initial opening gates of spillway. Accuracy of water balanced calculation is less than 1%. This performance indicates that the model can be applied to improve the performance of flood control at the upstream of Bengawan Solo River Basin.

Keywords : Flood forecasting, flood routing, flood control, bankfull capacity.

Selasa, 18 Oktober 2011

Saya Tidak Sama Dengan Pikiran Saya

Budi Ternadi adalah seorang monivator yang baik bagi teman-temannya. Dia dapat memberikan solusi yang menarik dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh beberapa orang, bahkan dia memiliki cara ampuh dengan cara nya sendiri dalam menghadapi orang yang kebal hukum.
Tak kurang kata-katanya mengundang gecak kagum dari orang-orang yang mendengar presentasinya. Ada beberapa hal penting yang menjadi pemikiran pokoknya, terutama masalah hukum. Menurutnya hukum itu adalah hal dasar yang menjadi boundary awal setiap orang dalam berprilaku.
Suatu hari Budi sedang bicara di audience yang cukup banyak:
Budi : ”Sebaiknya bagi anda yang kurang mampu memahami caranya mencuri, jangan pelajari itu.Karena ketika anda telah pintar mencuri anda akan cari tau bagaimana caranya korupsi.”

Semua audience mengangguk-angguk jelas terhadap pemaparan kalimat diatas. Tetapi ada salah satu peserta yang tersinggung dengan kalimat tersebut (barangkali mantan dari pencuri/koruptor).
Lalu dia bergegas keluar dan mengecam kalimat tersebut.
“saya sangat tidak suka kalimat Pak Budi tadi”, ucapnya pelan..
Setiap hari dimana ketemu sosok Budi Ternadi dia akan membenci seperti dia terdengung oleh kata-kata yang sangat menyakiti hatinya. Sampai saat nya peserta yang tersakiti hatinya tersebut bertemu langsung dengan Budi Ternadi.
“Pak kalimat Bapak sangat menggangu pikiran saya, saya emosi Pak, saya sangat tidak ngeliat Bapak ada di kantor ini lagi ”, ungkapnya.
Dengan tenang Budi menjawab,”Mohon maaf Pak, kalau boleh minta tolong Pak, jangan benci terhadap diri saya, saya akan memperbaiki cara saya berbicara, tapi saya tidak punya cukup uang untuk mengubah wujud saya.”

Sabtu, 08 Oktober 2011

Postingan Sehabis Acara Pernikahan Adik

Gue baru balik nih dari Padang dan Banda Aceh,
ngehadirin acara pernikahan Adik,
pas pulang tambah teman tambah sodara,

Sebagai Abang gue wajib menghadiri acara pernikahan Adiknya.ada sekitar 1500-2000 yang datang.tepatnya dibagi 2(dua) sesi sih. Acara pagi dan siang. Acaranya lumayan rame, termasuk ada acara pedang poranya (kebetulan suami adek gue TNI, nah acara itu perlu diadakan)
                                                                
Nah ini bukti acara pedang pora nya :
Pedang Pora ala TNI AD
setelah acara pernikahan rencananya mereka akan tinggal di asrama ajudan jendral di daerah Banda Aceh (bener gak yaaa :s), tapi ya kira-kira begitu dehh.

Oiaa,,abis ga ada kerjaan setelah acara pernikahan ,gue juga sempet jalan-jalan ke daerah Banda Aceh. dapet beberapa temen baru TNI (temen2 nya ipar gw). Ada beberapa teman yg gw kenal diantaranya , Bang Ari Muladi, Bang Dedi, Bang Tri, dan Ardi..tapi gw cuma Bukti bersama Lettu Ardi, itupun gara-gara diundang makan siangoleh Bang Alis (dosen politeknik aceh yg punya usaha rumah makan "masam keueng"). Bang Alis ini sebenarnya bukan orang asing, dia adalah temen gue sewaktu s1 dibandung,, hanya beda jurusan..gue elektro dan dia informatika.Nahh sekarang izinkan gw menampilakan buktinya

Alis ST, MBA, Gue , dan Lettu Ardi
Setelah makan-makann dan kenyaangg kami pulang..dan saya siaap-siaap ke Lhokseumawe lagi..

Minggu, 14 Agustus 2011

Peran Flood Forecating Untuk Waduk Wonogiri

Peran flood forecasting berguna untuk mengetahui besaran hidrograf banjir inflow ternyata sangat dibutuhkan keberadaannya dalam rangka ketepatan pola operasi pintu spillway waduk untuk pengendalian banjir. Dapat dibayangkan jika yang terjadi adalah banjir kala ulang 2, 60 atau 500 tahun dan pola operasi yang dipakai mengikuti pola PMF (karena tidak adanya flood forecasting) maka akan terjadi full opening gate. Pola demikian itu menghasilkan debit outflow ke hilir akan melebihi bank full capacitynya (400 m3/s), dengan kata lain akan terjadi banjir di hilir. Keadaan di atas tidak perlu terjadi jika kita dapat memilih pola operasi yang tepat, artinya inflow Waduk Wonogiri yang masuk dapat diredam menyesuaikan bankfull capacity sungai Bengawan Solo di hilir Waduk Wonogiri (400 m3/s).

Kamis, 11 Agustus 2011

Analisa Kolokasi Satelit Palapa C-2 & Koreasat 2

gambar 1 Konstelasi banyak satelit

Konstelasi satelit beredar mengelilingi bumi dalam ilmu astrodinamika dipandang sebagai masalah dua benda langit. Seperti halnya bulan, satelit mengelililngi bumi dengan lintasan atau orbit geostasioner. Untuk mengendalikan satelit maka harus diketahui terlebih dahulu persamaan gerak satelit yang didasari Hukum Kepler dan parameter-parameter orbitnya seperti semi major axis, eksentrisitas, dan inklinasi.

Bumi sebagai benda penarik utama pada kenyataanya tidak berbentuk bulat sempurna melainkan ellipsoid, sehingga gaya gravitasionalnya tidak terdistribusi secara merata di setiap tempat di bumi. Gaya gravitasional bumi ini menarik benda-benda langit atau planet yang mengedarinya sehingga tidak masuk ke bumi atau terlepas karena gaya tarik planet lain di sekitar bumi. Akibatnya, orbit satelit akan berubah dan harga parameternya tidak lagi konstan melainkan bervariasi terhadap distribusi medan gravitasi bumi.

Satelit Palapa C-2 dan Koreasat-2 adalah contoh salah satu kasus di orbit geostasioner yang menempati slot orbit yang sama. Mulanya, kedua operator ini akan meletakkan posisi satelit mereka di 113 °E. Akan tetapi tidak mungkin menempatkan 2 sateli dalam posisi yang sama. Metode ini lebih dikenal dengan sebutan kolokasi. Kolokasi adalah penempatan dua atau lebih satu orbit yang ditempatkan pada slot orbit yang sama. Dengan kata lain solusi yang digunakan oleh kedua satelit untuk menjaga satelit mereka masing-masing pada slot orbit yang telah disepakati, yakni 112,95 °E untuk Palapa C-2 dan 113,05 °E untuk Koreasat-2 adalah suatu cara yang akan dilakukan secara berkala. Artinya dibutuhkan suatu pengoreksian orbit, dimana kedudukan kedua satelit adalah tidak tetap tergantung gangguan yang dialami. Manuver Utara-Selatan dan Timur-Barat adalah suatu cara dimana pengoreksian orbit dapat dilakukan.

Palapa D yang akan diluncurkan pada tahun 2009 untuk menggantikan posisi Palapa C-2, merupakan masalah baru yang akan dilihat sebagai titik berat untuk dilakukannya kolokasi kembali. Maka dari itu kolokasi haruslah dilakukan sebagai analisa awal sebelum Palapa D diluncurkan.

Pada penelitian kali ini longitude separation adalah bagian estimasi yang telah diketahui untuk teknik kolokasi. Sebagai nilai awal akan didapatkan beberapa parameter lainnya dari manuver yang dilakukan, dan suatu analisa yang nantinya diharapkan dapat menjaga kedua satelit untuk tidak saling collision.

Rabu, 10 Agustus 2011

Keinginan Vs Kebutuhan


Sekarang ini orang sering memenuhi kebutuhan atau keinginan nya?
Saat buka puasa, saat nya beli makanan . banyak orang berbondong-bondong atau istilahnya ngabuburit sambil beli makanan yang mereka inginkan. Begitu semua makanan yang diinginkan telah terkumpul, ternyata saat buka puasa tiba Kita tidak bisa menghabiskan makanan yang telah kita beli tadi. Nah, sebenarnya Kita itu membeli sesuai keinginan kita atau kebutuhan Kita?
Korupsi, hal yang sering kita dengar di Televisi, media cetak dan elektronik. Sebenarnya itu adalah Keinginan atau kebutuhan? Masing-masing dari kita mungkin punya jawaban berbeda. Tapi saya akan mencoba memberikan gambaran.
Saat salah satu orang miliuner dengan hasil korupsi nya membeli 10 mobil maseratti. Setelah membeli mobil nya tersebut rupanya ia sangat jarang menggunakannya paling tidak hari minggu saat jalanan kosong, maklum rumahnya di keramaian kota. Ia sering sekali menggunakan mobil Innova Luxury limited edition 4.0 untuk kegiatan sehari-harinya. Nah, sebenarnya si Miliuner ini beli Mobil Maseratti buat apa?memenuhi keinginannya atau kebutuhannya.
Kembali lagi kepada topik korupsi. Sebenarnya Pak Koruptor melakukan korupsi itu untuk memenuhi kenginanannya atau kebutuhannya?